BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Manusia
menggunakan teknologi karena memiliki akal. Dengan akalnya manusia ingin keluar
dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman, dan sebagainya. Perkembangan
teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya untuk menyelesaikan
setiap masalah yang dihadapinya.
Kemajuan
teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena
kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan
manusia. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru
dalam melakukan aktivitas manusia. Manusia juga sudah menikmati banyak manfaat
yang dibawa oleh inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan dalam dekade
terakhir ini.
Pada era globalisasi saat ini, penguasa-an teknologi menjadi
prestise dan indikator kemajuan suatu negara. Negara dikatakan maju jika
memiliki tingkat penguasaan tek-nologi tinggi (high technology),
sedangkan negara-negara yang tidak bisa beradaptasi de-ngan kemajuan teknologi
sering disebut seba-gai negara gagal (failed country).
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan
itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat
manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya me-nuntut kemampuan fisik yang
cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin
otomatis. Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas
komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam
berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia.
B.
RUMUSAN MASALAH
a)
Apa pengertian teknologi?
b)
Bagaimana konsep adanya teknologi?
c)
Apa yang dimaksud manusia digital/teknologi?
d)
Apa pengaruh teknologi dalam bidang sosial budaya?
e)
Bagaimana solusi dalam mengatasi dampak negatif teknologi?
BAB
II
PEMBAHASAN
I.
PENGERTIAN TEKNOLOGI
A.
Pengertian teknologi
Dalam bahasa yunani berasal dari kata techne yang
artinya seni(art)atau kerajinan(craft),sedangkan Secara harfiah teknologi
berasal dari bahasa Yunani, yaitu “tecnologia” yang berarti pembahasan
sistematik mengenai seluruh seni dan kerajinan.
Secara
akademis, ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai suatu seni yang mengandung pengertian
berhubungan dengan proses produksi.
II.
KONSEP ADANYA TEKNOLOGI
a.
Konsep Teknologi
Pada
awalnya manusia tidak mengenal teknologi,.mereka hanya menggunakan alat-alat
sederhana yang membantu mereka mencari makan seperti bambu,batu,dan bahan
sederhana lainya.seiring dengan berjalanya waktu,teknologi berkembang dengan
cepat.
Menurut Henslin
istilah teknologi mencakup dua hal:
a.teknologi
menunjuk pada peralatan.
b.ketrampilan.
teknologi dalam
kasus ini, tidak hanya merujuk pada prosedur yang diperlukan untuk membuat
suatu benda atau alat ,akan tetapi juga meliputi prosedur untuk memproduksi
sesuatu yang dapat diterima.
Siklus perkembangan iptek dibagi menjadi
lima tahapan atau dinyatakan sebagai siklus yang akan berulang setiap 50 tahun.
a.dimulai dengan
revolusi teknologi tahun (1760).
b.ditandai
dengan terbentangnya jaringan kereta api (1848).
c.di temukanya
ban berjalan (1895)
d.ditemukanya
tenaga atom dan motorisasi masal (1945)
e.perkembangan
mikro elektronik serta bioteknologi.
Ciri-ciri
teknik pada masyarakat kini (sastrapratedjo):
a.Rasionalisme artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi
tindakan yang direncakan dengan perhitungan rasional.
b.Artifisialitas,artinyaselau
membuat sesutau yang buatan tidak alamiah.
c.Otomatisme,artinya
dalam hal metode,organisasi,dan rumusan dilaksanakan serta otomatis.Demikian
pula dengan teknik mampu mengeliminasi kegiatan non-teknik menjadi kegiatan
teknis.
d.Teknik
berkembang pada suatu kebudayaan.
e.Monisme,
artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergabung.
f.Universalisme,artinya
teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi,bahkan dapat menguasai
kebudayaan.
g.Otonomi,artinya
teknik berkembang menurut prinsip prinsip sendiri.
Pada awalnya berkembangnya teknologi yang
sebelumnya merupakan bagian dariilmu.Namun dengan berkembang teknologi semakin
pesat menjadikan ilmu bergantung pada teknologi.contonya komputer dan satelit
ruang angkasa maka diperoleh pengetahuan baru dari hasil kerja kedua produk
teknologi tersebut. Teknologi telah mempengaruhi pola pikir manusia baik dari
segi tindakan maupun pola hidupnya.
b.
Janji teknologi
1)
Perubahan
Setiap penemuan baru akan melahirkan berbagai perubahan dalam suatu
masyarakat.
2)
Kemajuan
Siapa saja yang mampu mengakses teknologi maka ia akan mengalami
kemajuan kearah entah dalam bentuk apapun.
3)
Kemudahan
Dengan teknologi manusia akan lebih mudah menyelesaikan/melakukan
pekerjaany.
4)
Peningkatan produktivitas
5)
Kecepatan
Berbagai pekerjaanakan akan cepat selesai manakala kita
memanfaatkan teknologi dengan baik.
6)
Popularitas
Situs youtube misalnya kita bisa mengupload video.kita dapat
bergaya sesuka hati dan masyarakat.setelah dunia dapat dengan mudah
menonton aksi kita sehingga kita bisa
dikenal oleh banyak orang lain.
III.
MANUSIA DIGITAL
Era modern
diidentikkan dengan era masyarakat digital. Setiap aktivitas manusia akan
digerakkan melalui serangkaian tekno-logi digital. Teknologi ini dioperasikan
de-ngan menekan beberapa digit (angka) yang di susun dengan berbagai urutan.
Relasi yang terbangun di antara individu adalah relasi pertukaran digital,
setiap manusia hanya me-lakukan serangkaian transaksi atau interaksi melalui
simbol-simbol digital. Transaksi per-dagangan, komunikasi, semuanya digerakkan.
secara digital. Setiap individu akan memiliki identitas digital yang mampu
mengenali siapa dirinya, setiap manusia sudah diberi nomor urut: melalui nomor
identitas (e-KTP), nomor handphone, nomor telepon, nomor rekening bank, nomor
ATM, nomor rekening listrik, rekening telepon, rekening air, PIN (Personal
Identification Number) ATM, semuanya menggunakan sistem digital.
Interaksi antarmanusia digerakkan de-ngan teknologi serba digital:
komputer, inter-net, mesin ATM, telepon, handphone, dan sebagainya,
semuanya digerakkan secara digi-tal. Kita dapat membeli sesuatu hanya dengan
menggesek kartu ATM dan menekan bebe-rapa nomor PIN, demikian halnya untuk
membayar tagihan kamar hotel, membeli tiket, dan sebagainya. Pengiriman uang
dapat dilakukan dalam hitungan detik hanya dengan menekan beberapa digit nilai
uang yang akan dikirim dan beberapa digit nomor rekening tujuan. Bukan uang
yang dikirim, melainkan hanya sederet angka yang berpindah dari re-kening satu
ke rekening yang lain.
IV.
PENGARUH TEKNOLOGI DI BIDANG SOSIAL BUDAYA
Beberapa
bentuk perubahan perilaku sosial budaya akibat teknologi antara lain se-bagai
berikut:
1)
Perbedaan kepribadian pria dan wanita.
Banyak
pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang
posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia
bisnis
2)
Meningkatnya rasa percaya diri.
3)
Tekanan, kompetisi yang tajam di ber-bagai aspek kehidupan sebagai konse-kuensi
globalisasi, akan melahirkan gene-rasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Pengaruh
Negatif
Meskipun
teknologi memberikan banyak manfaat bagi manusia, namun di sisi lain kemajuan
teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek sosial budaya:
a.
Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja
dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya
pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga
masyarakat menjadi kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.
b.
Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin
lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong
royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan kekuatan sentripetal yang
berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial.
c. Pola interaksi
antarmanusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga
golongan menengah ke atas telah merubah pola inter-aksi keluarga. Komputer yang
disam-bungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk
berhubung-an dengan dunia luar. Program Internet Relay Chatting (IRC),
internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri.
Selain itu tersedia-nya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang
kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri
untuk berkomuni-kasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak
orang yang meng-habiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program Internet
Relay Chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang
asing kapan saja.
V.
SOLUSI
MENGATASI DAMPAK NEGATIF TEKNOLOGI
Kemajuan
teknologi merupakan bagian dari konsekuensi modernitas dan upaya eksis-tensi
manusia di muka bumi. Oleh karena itu, dampak negatif yang timbul sebagai
akibat dari kemajuan teknologi menjadi kewajiban bersama umat manusia untuk
mengatasinya. Dengan adanya consciousness (kesadaran) bersama maka kita
yakin bahwa generasi mendatang akan lebih smart dan bermartabat. Berikut
ini diuraikan peran yang semestinya dilakukan oleh keluarga, sekolah (institusi
pendidikan), dan masyarakat untuk menekan serta mengatasi pengaruh negatif dari
kemajuan teknologi pada masyarakat postmodern.
Adapun
peran keluarga diantaranya sebagai berikut:
1) Sebagai agen sosialisasi yang pertama dan
yang utama, keluarga seharusnya dapat menanamkan nilai dan norma yang positif kepada
anak dengan membekali dan meletakkan pondasi keimanan yang kokoh kepada anak.
Hal ini dimaksudkan agar anak tidak menjadi angkuh dan melupakan Tuhan dalam
aktifitas kehidupan modern yang serba canggih.
2) Keluarga
harus selektif dalam menentukan skala prioritas kebutuhan teknologi bagi
keluarga. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mengurangi cara hidup ma-nusia modern
yang cenderung konsumtif terhadap produk teknologi.
3) Orang tua harus update terhadap
perkem-bangan teknologi sehingga mereka tidak gaptek.
4) Perlunya bimbingan dan pengawasan dari orang
tua kepada anak-anaknya dalam pemanfaatan teknologi, khususnya tekno-logi
informasi dan komunikasi seperti televisi, handphone, komputer dan
inter-net. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Membatasi saluran (chanel) televisi
yang masuk agar tayangan-tayangan yang membawa dampak negatif bagi anak
terutama pornografi, dan keke-rasan tidak dengan mudah diterima oleh anak-anak
kita.
b) Mendampingi anak saat menonton televisi
sehingga kita dapat me-ngarahkan anak bahwa tidak semua yang dilihat di layar
kaca merupakan kejadian yang sesungguhnya.
c) Orang tua melakukan pengecekan handphone anak
secara insidental untuk memastikan bahwa mereka memanfaatkan teknologi komunikasi
secara benar dan bertanggung jawab.
d) Berusaha meletakkan komputer dan saluran
internet di ruang publik rumah seperti di ruang keluarga bukan di dalam kamar
anak. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak lebih mudah diawasi oleh orang tua.
e) Mem-block
situs-situs internet yang berbahaya bagi perkembangan anak.
f) Orang tua ikut menjadi teman anak dalam social
media online.
g) Membuat kesepakatan dengan anak tentang
waktu bermain komputer dan internet. Hal ini diperlukan agar ketika mereka
dewasa dapat disiplin dan mampu melakukan manajemen waktu dengan baik. Selain
itu, ke-sepakatan tentang waktu dapat men-cegah anak dari kecanduan terhadap
komputer dan internet serta dapat menghemat pengeluaran.
5) Orang tua meluangkan waktu untuk berkumpul,
bermain, dan bercengkrama dengan anggota keluarga. Dengan demi-kian akan
terjalin interaksi yang baik se-hingga harmonisasi hubungan dalam keluarga
dapat terjaga.
6)
Menumbuhkan kesadaran kepada anak tentang dampak negatif dari teknlogi bagi
kehidupan mereka di masa depan
Peran
sekolah diantaranya adalah sebagai berikut.
1) Sebagai lembaga yang memegang peran efektif
dalam menanggulangi dampak negatif kemajuan teknlologi, sekolah per-lu
menetapkan seperangkat aturan atau tata tertib sekolah yang jelas kepada peserta
didik berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan teknologi di sekolah.
Misalnya sekolah melarang siswa SMP membawa handphone ke sekolah. Aturan
ini selain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (pencurian hp) juga
bermaksud agar siswa lebih fokus dalam pembelajaran di sekolah.
2) Dalam pembelajaran, guru selalu memberikan
sosialisasi dan penekanan tentang manfaat serta dampak buruk dari teknologi bagi
anak. Dengan demikian diharapkan siswa menjadi lebih bijaksana dalam
memanfaatkan teknologi.
3) Mempertimbangkan pemakaian teknologi
informasi dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus
dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan teknolo-gi informasi.
Sekolah hendaknya melakukan analisis untung ruginya pemakaian teknologi
tersebut bagi peserta didik.
4) Tidak menjadikan teknologi informasi sebagai
media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya sekolah tidak hanya
mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak
hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
5) Guru hendaknya memberikan pengajaran-pengajaran
etika dalam berteknologi informasi agar teknologi informasi dapat dipergunakan
secara optimal tanpa meng-hilangkan etika.
6) Menggunakan software yang dirancang
khusus untuk melindungi „kesehatan‟ anak. Misalnya saja program nany chip atau
parents lock yang dapat mempro-teksi anak dengan mengunci segala akses
yang berbau seks dan kekerasan.
7) Guru harus mampu menjadi sosok tela-dan bagi
peserta didik dalam ber-teknologi yang bertanggung jawab, pro-porsional, dan
profesional. Misalnya guru tidak membawa hp dan mengangkat telepon ketika
sedang mengajar, guru tidak bermain game online atau facebook dan
twiter ketika siswa diminta menger-jakan tugas.
8) Sekolah menjadi pioner dalam pemanfaatan
teknologi yang ramah lingkungan dalam upaya pembangunan yang berke-lanjutan.
Misalnya menggunakan genset yang memiliki kadar emisi rendah dan menggunakan
peredam suara sehingga tidak menimbulkan kebisingan yang mengganggu aktifitas
pembelajaran, dan memanfaatkan hardware komputer yang telah rusak
sebagai alat peraga pembelajaran.
9)
Sekolah memberikan kegiatan ekstraku-rikuler komputer dan internet agar
siswa-nya tidak ketinggalan kemajuan teknolo-gi. Selain itu sekolah juga dapat
melaku-kan kegiatan ekstrakurikuler keterampilan teknologi sehingga siswa tidak
hanya mahir sebagai end user dari teknologi tapi diharapkan siswa mampu
memiliki ide, gagasan yang kreatif dan inovatif dalam menemukan teknologi tepat
guna dalam ruang lingkup yang sederhana.
Kemajuan
Teknologi dan Pola Hidup Manusia ... Muhamad Ngafifi 45 Jurnal Pembangunan
Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Peran masyarakat diantaranya sebagai berikut.
1) Masyarakat dalam kapasitasnya sebagai
konsumen teknologi hendaknya perlu memfilter teknologi yang masuk ke dalam
masyarakat
2) Dalam kapasitasnya sebagai produsen produk
teknologi masyarakat hendaknya tidak hanya mementingkan market oriented dan
profit oriented, namun perlu memikirkan dampak dari produk teknologi
tersebut bagi masyarakat kita secara khusus dan masyarakat dunia pada umumnya.
Artinya teknologi yang di-kembangkan hendaknya bertujuan untuk meningkatkan
peradaban manusia bukan untuk menghancurkannya. Contohnya, teknologi nuklir
dikembangkan untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar listrik bukan untuk senjata
pemusnah massal.
3) Upaya-upaya masyarakat yang bersifat praktis
antara lain:
a) Membuat website/blog/group face-book untuk
suatu komunitas tertentu (contoh: grup Yogyakarta commu-nity) sebagai
media interaksi dan upaya menjalin silaturahmi untuk sesama warga.
b) Membuat aturan khusus mengenai ijin
mendirikan warnet (warung in-ternet), game online, dan play
sta-tion agar tidak menimbulkan kere-sahan dan gejolak di masyarakat.
c) Menggelar acara “nonton bareng” pada
even-even tertentu. Misalnya pertandingan sepak bola. Dengan demikian
masyarakat dapat saling berinteraksi dan mempererat keakraban, tali
persaudaraan, dan persatuan.
d) Mengadakan pertemuan rutin di tingkat RT
maupun Desa/kelurahan sebagai sarana interaksi secara lang-sung dan sosialisasi
kepada masya-rakat khususnya dalam membuat suatu konsensus tentang ketertiban,
keamanan, dan kenyamanan masyarakat terkait dengan penggunaan teknologi.
Misalnya, pengendara sepeda motor harus berjalan pelan-pelan ketika memasuki
perkampung-an, dan mematikan mesin sepeda motor ketika memasuki gang di atas
jam 22.00.
e)
Memanfaatkan kemajuan teknologi seperti internet untuk memasarkan produk-produk
unggulan (cluster) dan memperkenalkan budaya setem-pat sehingga akan
dikenal oleh ma-syarakat luas bahkan dunia yang berimbas pada perbaikan tingkat
ekonomi dan kesejahteraan masyara-kat.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Secara sosiologis, teknologi merupakan salah satu aspek
yang turut mempengaruhi setiap aktivitas, tindakan, serta perilaku manusia.
Teknologi mampu mengubah pola hubungan dan pola interaksi antar manusia.
Kehadiran teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manu-sia. Aktivitas manusia sedikit banyak akan dipengaruhi oleh
kehadiran teknologi. Kemajuan teknologi dewasa ini ditandai dengan semakin
canggihnya alat-alat di bidang infor-masi dan komunikasi, satelit,
bioteknologi, pertanian, peralatan di bidang kesehatan, dan rekayasa genetika.
Muculnya masyarakat digi-tal dalam berbagai bidang kehidupan merupakan bukti
dari kemajuan teknologi. Masya-rakat dan negara-negara di dunia berlomba-lomba
untuk dapat menguasai teknologi tinggi (high tech) sebagai simbol
kemajuan, kekuasaan, kekayaan dan prestise. Dalam masya-rakat Postmodern berlaku
hukum “barang siapa yang menguasai teknologi maka ia akan menguasai dunia”.
Dalam era globalisasi, kemajuan tekno-logi berlangsung
sangat cepat sehingga kadangkala manusia tidak sempat untuk ber-adaptasi dengan
kemajuan tersebut. Akibatnya terjadi anomi dalam masyarakat karena
mereka tidak mempunyai pegangan hidup yang jelas. Masyarakat yang tidak mampu
menguasai teknologi akan mengalami cultural lag dan akan terancam
eksistensinya.
Kemajuan teknologi ibarat dua sisi mata uang, di mana di
satu sisi kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat positif bagi manusia
untuk mempermudah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun demikian
disisi yang lain kemajuan teknologi menimbulkan efek negatif yang kompleks
melebihi manfaat dari teknologi itu sendiri terutama terkait pola hidup manusia
dalam dimensi sosial budaya. Teknologi me-ngancam kematian melalui berbagai penyakit,
kerusakan lingkungan, pemanasan glo bal, menciptakan ketegangan, memberikan
berbagai resiko, belenggu atas diri manusia melalui sistem kontrol yang
tersembunyi, dan dehumanisasi. Satu hal yang perlu kita ingat, teknologi
selalu berwajah ganda, di satu saat ia menjadi teman, di saat yang lain, ia
juga bisa menjadi lawan.
DAFTAR PUSTAKA
Adib,
Mohammad. (2011). Filsafat ilmu: onto-logi, epistemologi, aksiologi, dan
logika ilmu pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bachtiar,
Amsal. (2012). Filsafat ilmu edisi revisi. Jakarta: Raja Grafindo
Persada.
Buhal. (2000). Visi Iptek memasuki milenium
III. Jakarta: UI Press.
Dwiningrum,
S. I. A. (2012). Ilmu sosial & budaya dasar. Yogyakarta: UNY Press.
Martono,
Nanang. (2012). Sosiologi perubah-an sosial: perspektif klasik, modern,
postmodern, dan postkolonial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Meinita,
Hanna. (Diambil pada tanggal 1 Februari 2013). Mahasiswa tak bisa hidup tanpa
smartphone. http://kampus.
okezone.com/read/2012/03/26/373/599857/mahasiswa-tak-bisa-hidup-tanpa-smartphone.
Rini K.
(Diambil pada tanggal 1 Februari 2013). Survei: tak bisa hidup tanpa
internet. http://www.tempo.co/read /news/
2010/12/23/072301058/Survei-Tak-Bisa-Hidup-Tanpa-Internet.
Soerjono
Soekanto. (1990). Sosiologi suatu pengantar: edisi baru keempat.
Jakarta: Rajawali Pers.
Sukplang,
Sukree. (Diambil pada tanggal 3 Februari 2013). 10 Negara terhebat di dunia.
http://top10newsworld.blogspot.com/2012/11/10-negara-terhebat-di-dunia.html.
Zamroni. (2008). The socio-cultural aspects of technological
diffusion a reader volume IV. Yogyakarta: Pascasarjana Universitas Negeri
Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar