Jumat, 19 Agustus 2016

ISBD: Manusia IPTEK dan Seni



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Manusia menggunakan teknologi karena memiliki akal. Dengan akalnya manusia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman, dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Manusia juga sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini.
Pada era globalisasi saat ini, penguasa-an teknologi menjadi prestise dan indikator kemajuan suatu negara. Negara dikatakan maju jika memiliki tingkat penguasaan tek-nologi tinggi (high technology), sedangkan negara-negara yang tidak bisa beradaptasi de-ngan kemajuan teknologi sering disebut seba-gai negara gagal (failed country).
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya me-nuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia.


B.     RUMUSAN MASALAH
a)      Apa pengertian teknologi?
b)      Bagaimana konsep adanya teknologi?
c)      Apa yang dimaksud manusia digital/teknologi?
d)     Apa pengaruh teknologi dalam bidang sosial budaya?
e)      Bagaimana solusi dalam mengatasi dampak negatif teknologi?
           
                                             BAB II
PEMBAHASAN
I.            PENGERTIAN TEKNOLOGI
A.       Pengertian teknologi
Dalam  bahasa yunani berasal dari kata techne yang artinya seni(art)atau kerajinan(craft),sedangkan Secara harfiah teknologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “tecnologia” yang berarti pembahasan sistematik mengenai seluruh seni dan kerajinan.
Secara akademis, ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai suatu seni yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi.
II.            KONSEP ADANYA TEKNOLOGI
a.      Konsep Teknologi
Pada awalnya manusia tidak mengenal teknologi,.mereka hanya menggunakan alat-alat sederhana yang membantu mereka mencari makan seperti bambu,batu,dan bahan sederhana lainya.seiring dengan berjalanya waktu,teknologi berkembang dengan cepat.
Menurut Henslin istilah teknologi mencakup dua hal:
a.teknologi menunjuk pada peralatan.
b.ketrampilan.
teknologi dalam kasus ini, tidak hanya merujuk pada prosedur yang diperlukan untuk membuat suatu benda atau alat ,akan tetapi juga meliputi prosedur untuk memproduksi sesuatu yang dapat diterima.
     Siklus perkembangan iptek dibagi menjadi lima tahapan atau dinyatakan sebagai siklus yang akan berulang setiap 50 tahun.
a.dimulai dengan revolusi teknologi tahun (1760).
b.ditandai dengan terbentangnya jaringan kereta api (1848).
c.di temukanya ban berjalan (1895)
d.ditemukanya tenaga atom dan motorisasi masal (1945)
e.perkembangan mikro elektronik serta bioteknologi.
Ciri-ciri teknik pada masyarakat kini (sastrapratedjo):
a.Rasionalisme artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncakan dengan perhitungan rasional.
b.Artifisialitas,artinyaselau membuat sesutau yang buatan tidak alamiah.
c.Otomatisme,artinya dalam hal metode,organisasi,dan rumusan dilaksanakan serta otomatis.Demikian pula dengan teknik mampu mengeliminasi kegiatan non-teknik menjadi kegiatan teknis.
d.Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.
e.Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergabung.
f.Universalisme,artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi,bahkan dapat menguasai kebudayaan.
g.Otonomi,artinya teknik berkembang menurut prinsip prinsip sendiri.
     Pada awalnya berkembangnya teknologi yang sebelumnya merupakan bagian dariilmu.Namun dengan berkembang teknologi semakin pesat menjadikan ilmu bergantung pada teknologi.contonya komputer dan satelit ruang angkasa maka diperoleh pengetahuan baru dari hasil kerja kedua produk teknologi tersebut. Teknologi telah mempengaruhi pola pikir manusia baik dari segi tindakan maupun pola hidupnya.
b.     Janji teknologi
1)         Perubahan
Setiap penemuan baru akan melahirkan berbagai perubahan dalam suatu masyarakat.
2)         Kemajuan
Siapa saja yang mampu mengakses teknologi maka ia akan mengalami kemajuan kearah entah dalam bentuk apapun.
3)         Kemudahan
Dengan teknologi manusia akan lebih mudah menyelesaikan/melakukan pekerjaany.
4)         Peningkatan produktivitas
5)         Kecepatan
Berbagai pekerjaanakan akan cepat selesai manakala kita memanfaatkan teknologi dengan baik.
6)         Popularitas
Situs youtube misalnya kita bisa mengupload video.kita dapat bergaya sesuka hati dan masyarakat.setelah dunia dapat dengan mudah menonton  aksi kita sehingga kita bisa dikenal oleh banyak orang lain.

III.            MANUSIA DIGITAL
Era modern diidentikkan dengan era masyarakat digital. Setiap aktivitas manusia akan digerakkan melalui serangkaian tekno-logi digital. Teknologi ini dioperasikan de-ngan menekan beberapa digit (angka) yang di susun dengan berbagai urutan. Relasi yang terbangun di antara individu adalah relasi pertukaran digital, setiap manusia hanya me-lakukan serangkaian transaksi atau interaksi melalui simbol-simbol digital. Transaksi per-dagangan, komunikasi, semuanya digerakkan. secara digital. Setiap individu akan memiliki identitas digital yang mampu mengenali siapa dirinya, setiap manusia sudah diberi nomor urut: melalui nomor identitas (e-KTP), nomor handphone, nomor telepon, nomor rekening bank, nomor ATM, nomor rekening listrik, rekening telepon, rekening air, PIN (Personal Identification Number) ATM, semuanya menggunakan sistem digital.
Interaksi antarmanusia digerakkan de-ngan teknologi serba digital: komputer, inter-net, mesin ATM, telepon, handphone, dan sebagainya, semuanya digerakkan secara digi-tal. Kita dapat membeli sesuatu hanya dengan menggesek kartu ATM dan menekan bebe-rapa nomor PIN, demikian halnya untuk membayar tagihan kamar hotel, membeli tiket, dan sebagainya. Pengiriman uang dapat dilakukan dalam hitungan detik hanya dengan menekan beberapa digit nilai uang yang akan dikirim dan beberapa digit nomor rekening tujuan. Bukan uang yang dikirim, melainkan hanya sederet angka yang berpindah dari re-kening satu ke rekening yang lain.

IV.            PENGARUH TEKNOLOGI DI BIDANG SOSIAL BUDAYA
Beberapa bentuk perubahan perilaku sosial budaya akibat teknologi antara lain se-bagai berikut:
1) Perbedaan kepribadian pria dan wanita.
Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis
2) Meningkatnya rasa percaya diri.
3) Tekanan, kompetisi yang tajam di ber-bagai aspek kehidupan sebagai konse-kuensi globalisasi, akan melahirkan gene-rasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Pengaruh Negatif
Meskipun teknologi memberikan banyak manfaat bagi manusia, namun di sisi lain kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek sosial budaya:
a. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.
b. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial.
c. Pola interaksi antarmanusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola inter-aksi keluarga. Komputer yang disam-bungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubung-an dengan dunia luar. Program Internet Relay Chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedia-nya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomuni-kasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang meng-habiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program Internet Relay Chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

V.            SOLUSI MENGATASI DAMPAK NEGATIF TEKNOLOGI
Kemajuan teknologi merupakan bagian dari konsekuensi modernitas dan upaya eksis-tensi manusia di muka bumi. Oleh karena itu, dampak negatif yang timbul sebagai akibat dari kemajuan teknologi menjadi kewajiban bersama umat manusia untuk mengatasinya. Dengan adanya consciousness (kesadaran) bersama maka kita yakin bahwa generasi mendatang akan lebih smart dan bermartabat. Berikut ini diuraikan peran yang semestinya dilakukan oleh keluarga, sekolah (institusi pendidikan), dan masyarakat untuk menekan serta mengatasi pengaruh negatif dari kemajuan teknologi pada masyarakat postmodern.

Adapun peran keluarga diantaranya sebagai berikut:
1) Sebagai agen sosialisasi yang pertama dan yang utama, keluarga seharusnya dapat menanamkan nilai dan norma yang positif kepada anak dengan membekali dan meletakkan pondasi keimanan yang kokoh kepada anak. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak menjadi angkuh dan melupakan Tuhan dalam aktifitas kehidupan modern yang serba canggih.
2) Keluarga harus selektif dalam menentukan skala prioritas kebutuhan teknologi bagi keluarga. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mengurangi cara hidup ma-nusia modern yang cenderung konsumtif terhadap produk teknologi.
3) Orang tua harus update terhadap perkem-bangan teknologi sehingga mereka tidak gaptek.
4) Perlunya bimbingan dan pengawasan dari orang tua kepada anak-anaknya dalam pemanfaatan teknologi, khususnya tekno-logi informasi dan komunikasi seperti televisi, handphone, komputer dan inter-net. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Membatasi saluran (chanel) televisi yang masuk agar tayangan-tayangan yang membawa dampak negatif bagi anak terutama pornografi, dan keke-rasan tidak dengan mudah diterima oleh anak-anak kita.
b) Mendampingi anak saat menonton televisi sehingga kita dapat me-ngarahkan anak bahwa tidak semua yang dilihat di layar kaca merupakan kejadian yang sesungguhnya.
c) Orang tua melakukan pengecekan handphone anak secara insidental untuk memastikan bahwa mereka memanfaatkan teknologi komunikasi secara benar dan bertanggung jawab.
d) Berusaha meletakkan komputer dan saluran internet di ruang publik rumah seperti di ruang keluarga bukan di dalam kamar anak. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak lebih mudah diawasi oleh orang tua.
e) Mem-block situs-situs internet yang berbahaya bagi perkembangan anak.
f) Orang tua ikut menjadi teman anak dalam social media online.
g) Membuat kesepakatan dengan anak tentang waktu bermain komputer dan internet. Hal ini diperlukan agar ketika mereka dewasa dapat disiplin dan mampu melakukan manajemen waktu dengan baik. Selain itu, ke-sepakatan tentang waktu dapat men-cegah anak dari kecanduan terhadap komputer dan internet serta dapat menghemat pengeluaran.
5) Orang tua meluangkan waktu untuk berkumpul, bermain, dan bercengkrama dengan anggota keluarga. Dengan demi-kian akan terjalin interaksi yang baik se-hingga harmonisasi hubungan dalam keluarga dapat terjaga.
6) Menumbuhkan kesadaran kepada anak tentang dampak negatif dari teknlogi bagi kehidupan mereka di masa depan
Peran sekolah diantaranya adalah sebagai berikut.
1) Sebagai lembaga yang memegang peran efektif dalam menanggulangi dampak negatif kemajuan teknlologi, sekolah per-lu menetapkan seperangkat aturan atau tata tertib sekolah yang jelas kepada peserta didik berkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan teknologi di sekolah. Misalnya sekolah melarang siswa SMP membawa handphone ke sekolah. Aturan ini selain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (pencurian hp) juga bermaksud agar siswa lebih fokus dalam pembelajaran di sekolah.
2) Dalam pembelajaran, guru selalu memberikan sosialisasi dan penekanan tentang manfaat serta dampak buruk dari teknologi bagi anak. Dengan demikian diharapkan siswa menjadi lebih bijaksana dalam memanfaatkan teknologi.
3) Mempertimbangkan pemakaian teknologi informasi dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan teknolo-gi informasi. Sekolah hendaknya melakukan analisis untung ruginya pemakaian teknologi tersebut bagi peserta didik.
4) Tidak menjadikan teknologi informasi sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya sekolah tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
5) Guru hendaknya memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam berteknologi informasi agar teknologi informasi dapat dipergunakan secara optimal tanpa meng-hilangkan etika.
6) Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi „kesehatan‟ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat mempro-teksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
7) Guru harus mampu menjadi sosok tela-dan bagi peserta didik dalam ber-teknologi yang bertanggung jawab, pro-porsional, dan profesional. Misalnya guru tidak membawa hp dan mengangkat telepon ketika sedang mengajar, guru tidak bermain game online atau facebook dan twiter ketika siswa diminta menger-jakan tugas.
8) Sekolah menjadi pioner dalam pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan dalam upaya pembangunan yang berke-lanjutan. Misalnya menggunakan genset yang memiliki kadar emisi rendah dan menggunakan peredam suara sehingga tidak menimbulkan kebisingan yang mengganggu aktifitas pembelajaran, dan memanfaatkan hardware komputer yang telah rusak sebagai alat peraga pembelajaran.
9) Sekolah memberikan kegiatan ekstraku-rikuler komputer dan internet agar siswa-nya tidak ketinggalan kemajuan teknolo-gi. Selain itu sekolah juga dapat melaku-kan kegiatan ekstrakurikuler keterampilan teknologi sehingga siswa tidak hanya mahir sebagai end user dari teknologi tapi diharapkan siswa mampu memiliki ide, gagasan yang kreatif dan inovatif dalam menemukan teknologi tepat guna dalam ruang lingkup yang sederhana.
Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia ... Muhamad Ngafifi 45 Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Peran masyarakat diantaranya sebagai berikut.
1) Masyarakat dalam kapasitasnya sebagai konsumen teknologi hendaknya perlu memfilter teknologi yang masuk ke dalam masyarakat
2) Dalam kapasitasnya sebagai produsen produk teknologi masyarakat hendaknya tidak hanya mementingkan market oriented dan profit oriented, namun perlu memikirkan dampak dari produk teknologi tersebut bagi masyarakat kita secara khusus dan masyarakat dunia pada umumnya. Artinya teknologi yang di-kembangkan hendaknya bertujuan untuk meningkatkan peradaban manusia bukan untuk menghancurkannya. Contohnya, teknologi nuklir dikembangkan untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar listrik bukan untuk senjata pemusnah massal.
3) Upaya-upaya masyarakat yang bersifat praktis antara lain:
a) Membuat website/blog/group face-book untuk suatu komunitas tertentu (contoh: grup Yogyakarta commu-nity) sebagai media interaksi dan upaya menjalin silaturahmi untuk sesama warga.
b) Membuat aturan khusus mengenai ijin mendirikan warnet (warung in-ternet), game online, dan play sta-tion agar tidak menimbulkan kere-sahan dan gejolak di masyarakat.
c) Menggelar acara “nonton bareng” pada even-even tertentu. Misalnya pertandingan sepak bola. Dengan demikian masyarakat dapat saling berinteraksi dan mempererat keakraban, tali persaudaraan, dan persatuan.
d) Mengadakan pertemuan rutin di tingkat RT maupun Desa/kelurahan sebagai sarana interaksi secara lang-sung dan sosialisasi kepada masya-rakat khususnya dalam membuat suatu konsensus tentang ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat terkait dengan penggunaan teknologi. Misalnya, pengendara sepeda motor harus berjalan pelan-pelan ketika memasuki perkampung-an, dan mematikan mesin sepeda motor ketika memasuki gang di atas jam 22.00.
e) Memanfaatkan kemajuan teknologi seperti internet untuk memasarkan produk-produk unggulan (cluster) dan memperkenalkan budaya setem-pat sehingga akan dikenal oleh ma-syarakat luas bahkan dunia yang berimbas pada perbaikan tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyara-kat.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Secara sosiologis, teknologi merupakan salah satu aspek yang turut mempengaruhi setiap aktivitas, tindakan, serta perilaku manusia. Teknologi mampu mengubah pola hubungan dan pola interaksi antar manusia. Kehadiran teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manu-sia. Aktivitas manusia sedikit banyak akan dipengaruhi oleh kehadiran teknologi. Kemajuan teknologi dewasa ini ditandai dengan semakin canggihnya alat-alat di bidang infor-masi dan komunikasi, satelit, bioteknologi, pertanian, peralatan di bidang kesehatan, dan rekayasa genetika. Muculnya masyarakat digi-tal dalam berbagai bidang kehidupan merupakan bukti dari kemajuan teknologi. Masya-rakat dan negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk dapat menguasai teknologi tinggi (high tech) sebagai simbol kemajuan, kekuasaan, kekayaan dan prestise. Dalam masya-rakat Postmodern berlaku hukum “barang siapa yang menguasai teknologi maka ia akan menguasai dunia”.
Dalam era globalisasi, kemajuan tekno-logi berlangsung sangat cepat sehingga kadangkala manusia tidak sempat untuk ber-adaptasi dengan kemajuan tersebut. Akibatnya terjadi anomi dalam masyarakat karena mereka tidak mempunyai pegangan hidup yang jelas. Masyarakat yang tidak mampu menguasai teknologi akan mengalami cultural lag dan akan terancam eksistensinya.
Kemajuan teknologi ibarat dua sisi mata uang, di mana di satu sisi kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat positif bagi manusia untuk mempermudah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun demikian disisi yang lain kemajuan teknologi menimbulkan efek negatif yang kompleks melebihi manfaat dari teknologi itu sendiri terutama terkait pola hidup manusia dalam dimensi sosial budaya. Teknologi me-ngancam kematian melalui berbagai penyakit, kerusakan lingkungan, pemanasan glo bal, menciptakan ketegangan, memberikan berbagai resiko, belenggu atas diri manusia melalui sistem kontrol yang tersembunyi, dan dehumanisasi. Satu hal yang perlu kita ingat, teknologi selalu berwajah ganda, di satu saat ia menjadi teman, di saat yang lain, ia juga bisa menjadi lawan.


DAFTAR PUSTAKA
Adib, Mohammad. (2011). Filsafat ilmu: onto-logi, epistemologi, aksiologi, dan logika ilmu pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bachtiar, Amsal. (2012). Filsafat ilmu edisi revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Buhal. (2000). Visi Iptek memasuki milenium III. Jakarta: UI Press.
Dwiningrum, S. I. A. (2012). Ilmu sosial & budaya dasar. Yogyakarta: UNY Press.
Martono, Nanang. (2012). Sosiologi perubah-an sosial: perspektif klasik, modern, postmodern, dan postkolonial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Meinita, Hanna. (Diambil pada tanggal 1 Februari 2013). Mahasiswa tak bisa hidup tanpa smartphone. http://kampus. okezone.com/read/2012/03/26/373/599857/mahasiswa-tak-bisa-hidup-tanpa-smartphone.
Rini K. (Diambil pada tanggal 1 Februari 2013). Survei: tak bisa hidup tanpa internet. http://www.tempo.co/read /news/ 2010/12/23/072301058/Survei-Tak-Bisa-Hidup-Tanpa-Internet.
Soerjono Soekanto. (1990). Sosiologi suatu pengantar: edisi baru keempat. Jakarta: Rajawali Pers.
Sukplang, Sukree. (Diambil pada tanggal 3 Februari 2013). 10 Negara terhebat di dunia. http://top10newsworld.blogspot.com/2012/11/10-negara-terhebat-di-dunia.html.
Zamroni. (2008). The socio-cultural aspects of technological diffusion a reader volume IV. Yogyakarta: Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar